#Bimbingan Ketujuhbelas 
#Berhati-hati dari Beberapa Penyakit Hati: Merasa Dirinya Lebih, 'Ujub, Bangga Diri, Tertipu, Sombong, Riya', dan Sum'ah 
 
Penyakit-penyakit tersebut adalah termasuk di antara penyakit berbahaya yang menimpa para pemegang (pengguna) HP, di mana terkadang seorang yang memegang (memiliki) HP itu pada dasarnya tidak ada kepentingan (kebutuhan) dengan HP nya, sehingga tidaklah yang mendorong dia untuk membeli dan menggunakan HP itu kecuali karena didasari sikap bangga diri, ujub, dan merasa dirinya lebih daripada yang lain, dan seterusnya. 
Terutama apa yang dilakukan oleh orang-orang "yang selalu mengikuti perkembangan zaman", tidaklah terlihat olehnya HP model baru di pasar (toko) kecuali dia akan bersegera untuk membelinya dengan harga yang tinggi, padahal HP-nya yang lama masih dimilikinya. Bahkan terkadang HP yang baru tadi tidak ada perbedaannya dengan HP yang lama kecuali hanya bentuk (model)nya saja atau beberapa fasilitas saja. 
Dan yang wajib atas seorang muslim untuk bersikap tawadhu' dan rendah hati terhadap saudara-saudaranya sesama mu'minin. Allah Ta'ala berfirman 
~Dan rendahkanlah dirimu (wahai Muhammad) terhadap orang-orang yang mengikutimu, Yaitu orang-orang yang beriman. (Asy-Syu'ara': 215) 
Allah Subhanahu wa Ta'ala juga berfirman 
~Dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman. (Al Hijr: 88) 
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman : 
~Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Nabi Musa, Maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya (Qarun): "Janganlah kamu terlalu bangga; Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri". (Al-Qashash: 76) 
Dan dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda 
|Tidaklah shadqah itu akan mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambah bagi seorang hamba karena sifat pemaaf yang ada padanya kecuali tambahan kemuliaan, dan tidaklah seseorang bersikap tawadhu' karena Allah kecuali pasti Allah akan angkat derajat dia. (HR. Muslim 2588) 
Termasuk bentuk sikap tawadhu' adalah berbicara yang baik dengan orang yang dia telepon dengan pembicaraan yang lembut, penggunaan kata-kata yang mudah, memilih kalimat yang baik, menjauhi perkataan yang kaku dan kasar, terutama ketika bericara dengan orang yang berilmu dan memiliki keutamaan, maka tentunya mereka berhak untuk mendapatkan penghormatan dan pemuliaan yang lebih. 
